Translate

Selasa, 11 November 2014

MARAH

Setiap orang pasti pernah mengalami yg namanya marah
Tapi kebanyakan orang tidak menyadari apa yg menjadikan kita benar-benar marah.
Ada yg karena sebuah masalah sepele tapi menjadikan kita benar-benar marah.
Ada pula terjadi masalah yg serius tapi justru kita bisa memendam amarah itu.
Misal saja kita kehilangan sebuah pensil, dan ternyata yg menjadikan hilang itu karena di ambil teman kita, hingga amarah kita tidak bisa di bendung sampai berkelahi,
Jika kita posisi sebagai yg menyaksikan tentu terlalu sangat kelewatan temen kita marah hingga seperti itu
Tentu kita berfikir seperti itu karena kita tak merasa jika kita menjadi dia.
Hanya sebatas kita menilai dari akal kita.

Ada pula misalkan temen kita telah terjadi musibah karena istrinya ketahuan selingkuh, tapi justru dia biasa saja.
Tentu kita yg menyaksikanya meresa heran, kok ada manusia sesabar itu.
Tapi itulah hidup.
  Selama kita menilai orang lain hanya sebatas apa yg kita lihat, bukan apa yg dia rasakan tentu kita akan menilai orang lain penuh dengan kesalahan2.
Tapi tentu beda jika kita menilai orang lain dengan akal dan perasaan, yg seolah2 kita sedang di posisi dia. Tentu kita akan tau apa sebenarnya yg ada di fikiranya, dan hingga kita pun tau salah atau benarkah yg dia lakukan.
Mungkin bisa jadi kemarahan2 karena hal yg sepele tapi bisa berakibat fatal buat dia, atau bisa juga karena kesalahan yg fatal tapi dia menyadari akan kebaikan yg lebih besar dari masalah yg sedang di alami.

Intinya hidup itu bagaimana kita bisa jadi orang lain, dengan harapan orang lain memahami kita seperti ketika dia menjadi satu pemikiran dengan kita.
Dengan seperti itu kita bisa memperkecil masalah dalam menjalani hidup dengan lingkungan kita.
Menjadi orang lain adalah cara terbaik agar kita tau orang lain itu seperti apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar